Hotel dan Tiket Murah

Pesona Malam di Sungai Mekong

Daya tarik negeri Laos tidak hanya karena memiliki kekhasan tradisi yang dilestarikan sampai kini, tapi juga keindahan berbagai bangunan peninggalan bersejarah, panorama alam, dan keseharian kehidupan warga masyarakat negara berpaham komunis ini.

Sebagai sungai terbesar yang membelah negara Laos, Sungai Mekong yang berada di kota Vientiane, tempat diselenggarakan SEA Games XXV tahun 2009, ternyata menyimpan pesona dan daya tarik tersendiri untuk dikunjungi masyarakat maupun para wisatawan. Pada siang hari, Sungai Mekong itu tidak banyak berbeda dibandingkan dengan layaknya dengan sungai-sungai yang ada pada umumnya. Sungai Mekong siang hari, tidak begitu banyak aktivitas berlangsung di sana, dan orang yang melintasi pinggiran sungai ini juga tampak sedikit, apalagi cuaca sehari-hari memang panas.

Akan tetapi, pada malam hari, pinggiran Sungai Mekong, tersebut menjadi salah satu tempat yang ramai dikunjungi masyarakat dan para wisatawan. Di malam hari, pinggiran Sungai Mekong merupakan tempat orang-orang yang berkunjung ke tempat itu untuk makan dan berbelanja, sehingga suasananya menjadi ramai layaknya sebuah pasar malam. Pedagang kaki lima menggelar dagangannya di pinggir jalan di Sungai Mekong, sehingga justru menjadi daya tarik bagi para wisatawan yang berkunjung ke negara tersebut. Masyarakat Laos dan wisatawan berkunjung ke sana umumnya untuk bersantai, bersenang-senang (enjoy), makan dan berbelanja barang-barang khas negara Laos tersebut.

Barang-barang yang diincar berupa souvenir khas Laos, seperti kain, selendang, baju, sandal, sepatu, tas, dan hiasan dinding yang banyak dijual di sana. Bahkan, para tukang ramai juga ikut berjejer di antara pedagang kaki lima lainnya, untuk menarik pengunjung memanfaatkan jasa mereka meramalkan nasib orang. Mereka yang makan di tempat ini, menyantap makanan dan minuman yang dipesan sembari menikmati suasana alam sekitar, dengan tiupan semilir angin di pinggiran sungai. Kendaraan bermotor di sekitar lokasi tetap berlalu lalang denga kelap-kelip lampunya.

Namun semua itu tidak mengganggu aktivitas pengunjung termasuk para calon pembeli yang ada di sana, dengan suasana tetap tenang, dan para pedagang juga menyediakan kursi pendek untuk para pembelinya. Pembeli pun bisa sambil duduk dengan santai berbelanja di sana. Dagangan itu digelar begitu saja di tanah dengan hanya dialasi karpet, dan ada juga yang digantung, sehingga orang bisa melihatnya dengan jelas. Pemilik toko makanan di seberang jalan, juga menyediakan meja-meja di luar ruangan, sehingga mereka yang ingin menikmati masakan bisa memilih tempat yang mereka inginkan. Namun, pada siang hari semua kegiatan yang mengundang hasrat makan dan belanja itu tidak ada sama sekali, hanya pedagang makanan saja yang beberapa di antaranya tetap berjualan.

Berbeda saat malam hari, kawasan itu menjadi sangat ramai dikunjungi orang. Barang-barang yang digelar di sana pun bermacam-macam, seperti kalung, cincin, dan gelang dari bahan perak juga dijajakan di sini. Harga yang ditawarkan juga bervariasi tergantung pada bahan dan jenisnya. Semakin kualitasnya bagus, harganya pun makin mahal pula.

Kalkulator Alat Tawar
Kalkulator yang merupakan alat menghitung, ternyata di Laos bukan hanya digunakan sebagai alat dalam menghitung itu. Kalkulator atau mesin hitung itu juga berguna sebagai alat tawar menawar barang dagangan yang dijual di sana, khususnya bagi para wisatawan yang tidak mengerti bahasa Laos.

Mereka yang berbelanja di sana itu memang bukan hanya masyarakat Laos saja, tetapi juga wisatawan dari berbagai negara. Apalagi bersamaan Laos menjadi tuan rumah SEA Games XXV tahun 2009 saat ini, tentu saja banyak berdatangan pengunjung dari mancanegara ke tempat-tempat itu. Ternyata para pedagang di kota itu sudah menyiapkan jurus jitu dalam menawarkan harga barang yang ada di sana. Caranya, pedagang akan menuliskan harga yang mereka tawarkan di kalkulator kepada pembelinya.

Jika pembeli tidak setuju, maka akan diminta menawar dengan menuliskan harga di kalkulator tersebut. Setelah ada kesepakatan harga, barulah kemudian dibayar. “Mau bayar dengan mata uang apa?” kata salah seorang pedagang di Viantiane, kepada salah satu calon konsumennya. Pembeli itu akan menyebutkan dengan mata uang apa dia akan membayar belanjaannya tersebut. Kalau pembeli akan membayar dengan mata uang dollar AS, maka dia akan menuliskan harga barang tersebut di kalkulator dengan harga mata uang tersebut. Begitu pula dengan mata uang lain yang berlaku dalam transaksi sehari-hari di tempat ini.

Di kota Viantiane, Laos, mata uang yang berlaku adalah dollar AS, bath, dan kip. Ketiga mata uang tersebut berlaku di sana, dengan nilai mata uang itu masing-masing sesuai kurs pada masing-masing negara. Jadi, walaupun tidak mengerti bahasa dari para pendatang yang akan berbelanja, para pedagang masih bisa menjual barang dagangannya tanpa merugi. Pembeli pun akan puas. Apalagi, hanya beberapa pedagang saja yang mengerti bahasa Inggris, sedangkan lainnya umumnya banyak menggunakan bahasa Laos. Daya tarik panorama alam di Laos, terutama di Sungai Mekong pada malam hari, agaknya semakin memiliki daya pikat dengan kehidupan semarak malam hari. Selain untuk bersantai menikmati makanan dan minuman, pengunjung sekaligus bisa berbelanja barang-barang khas setempat sebagai “buah tangan” bukti telah berkunjung ke negeri ini.

Share

WONDERFUL MACAO

Dijuluki “Las Vegasnya Asia” Macao menjadi salah satu pilihan wisata favorit dunia. Bukan hanya kasino yang menjadi keunggulannya, kekayaan heritage pun bertebaran di sana.

Wilayah yang dijuluki “Las Vegasnya Asia” ini, bukan hanya memiliki kasino yang modern megah, tapi juga keunikan budaya dan seni arsitektur serta tamasya alam menawan.
Macao memiliki luas hanya 29.2 km, terletak di sebelah barat delta sungai Mutiara (Zhuijiang) yang berbukit-bukit dan menghadap langsung ke hamparan Laut Cina Selatan serta berbatasan dengan Provinsi Guangdong, Cina di sebelah utara. Wilayah yang pernah dikuasai Portugis selama 500 tahun ini, sejak 1999 resmi menjadi daerah administratif khusus dari negeri Cina.

Dengan keunikan sejarah tua, berkunjung ke Macao memberi sensasi petualangan menarik. Cobalah telusuri pusat kota Macao di kawasan San Ma Lo, Fulong Street dan Qingping, kita bagai menyaksikan daerah yang menyimpan segudang keanggunan dan keindahan. Tempat berpadunya sejarah dan legenda. Suatu kombinasi antara kemegahan seni budaya masa silam bangsa Portugis (Eropa) dan nilai-nilai keanggunan tradisi Cina yang kental. Hal ini tercermin dari Gereja San Antonio bergaya Baroque yang megah dan berumur lebih dari 400 tahun. Di sisi lain, terdapat pula bangunan Pagoda dengan kreasi arsitektur khas Cina kuno menawan. Semuanya menyatu indah dalam balutan harmoni kedamaian.

Reruntuhan Gereja St. Paul adalah heritage building lainnya. Gereja yang kini masuk dalam World Heritage di bawah penanganan UNESCO-PBB itu dibangun sejak tahun 1602-1640 oleh Ordo Jesuit. Di zaman penguasaan bangsa Portugis, gereja ini menjadi pusat peribadatan dan pelantikan dari tokoh-tokoh pemerintahan.

Landmark Macao lainnya yaitu A Ma Temple yang terletak di Bara Square, sebelah tenggara Macau Peninsula. Dibangun pada zaman dinasti Ming, tahun 1448 untuk menghormati Mazu, dewi Laut Cina Selatan yang dipercaya masyarakat setempat mampu membawa kesejahteraan dan keselamatan.

Perjalanan dilanjutkan ke Senando Square yang berfungsi sebagai alun-alun Macao. Dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari reruntuhan Gereja St. Paul menyusuri jalan menurun yang dipenuhi dengan berbagai toko cinderamata, aneka keramikporselen dan mebel antik. Senando Square sendiri hingga kini masih berfungsi sebagai pusat berbagai kegiatan seperti event olahraga, seni, pertunjukan musik dan budaya Cina serta Eropa. Menariknya lagi, bangunan-bangunan tua di kawasan itu masih terawat dan dipertahankan bentuk arsitektur dan warna aslinya.

ASIAN LAS VEGAS
Salah satu daya tarik lainnya dari Macao adalag sebagai surga perjudian. Judi sendiri bagi pemerintah Macao merupakan sumber pajak utamanya. Tak heran berbagai fasilitas perizinan, keamanan dan berbagai kemudahan lainnya diberikan oleh pemerintah. Berawal dari arena pacu Greyhound yang dibangun Stanley Ho – Taipan dengan kekayaan nomor satu di Macao pada tahun 1966 silam, hingga kini pembangunan kasino di Macao terus berlangsung.

Salah satunya yang mewah dan baru diresmikan pada 28 Agustus 2008 yaitu The Venetian Macao Resort Hotel yang di dalamnya terdapat The Venetian Casino yang merupakan kasino termegah di Asia.

Dibangun oleh Las Vegas Sands Corp – perusahaan raksasa yang menguasai jaringan hotel, resor dan perjudian di Las Vegas Amerika Serikat – tempat ini memiliki desain arsitektur hasil perpaduan keanggunan Neo Klasik Eropa dan aksen oriental yang mewakili budaya Cina. Tersedia ratusan kamar dan suite serta meeting room yang mampu menampung hingga 50.000 orang. Kemudian terdapat The Shoppe yang merupakan high class branded shopping center. Kawasan ini dilengkapi pula The Grand Canal Shoppes, sebuah shopping center dengan 350 toko, 30 restoran dan foodcourt berkapasitas 1.000 orang serta 3 buah kanal dan 51 gondola khas Venesia. Semua itu membuat hari-hari Anda dan keluarga begitu istimewa dan menakjubkan.

Menyimak ragam keindahan itu, bagi Anda penikmat liburan, Macao memang menyimpan getar pesona yang tak habisnya untuk disingkap. Gemerlap hotel, resor, shopping center dan ragam kasino mewah memberi inspirasi dan pengalaman tak terlupakan. Macao yang dijuluki juga “Mutiara penuh Keajaiban” memang amat memukau.

Sekilas tentang MACAO
Cara termudah pergi ke Macao yaitu dengan pesawat udara dari Jakarta/Bali menggunakan maskapai penerbangan lokal, regional maupun internasional secara langsung. Alternatif lainnya yaitu melalui Hongkong atau guangzhou lalu ke Macao dengan ferry atau pesawat lokal regular.

Waktu berkunjung yang tepat dan meriah ke Macao yaitu saat tahun baru Cina sekitar Januari-Februari. Berbagai festival budaya khas Cina digelar, begitu pula ragam pesta kembang api serta budaya Portugis dapat Anda nikmati.

Share

Travelling Saat Hamil

Bepergian dengan pesawat terbang saat hamil itu aman. Perempuan dengan kehamilan tanpa komplikasi apapun dapat naik pesawat terbang, namun hal itu akan meningkatkan resiko pembekuan pembuluh darah vena (deep vein thrombosis/DVT) maka sebelum berangkat Anda perlu konsultasi dengan dokter kandungan Anda.

Dianjurkan untuk tidak terbang sebelum kandungan berusia 12 minggu atau setelah 28 minggu. Setelahnya, ketika risiko melahirkan semakin besar, pihak penerbangan akan meminta surat dokter yang menyatakan bahwa Anda layak bepergian dan mengonfirmasikan tanggal perkiraan persalinan Anda.

Setiap maskapi memiliki aturan sendiri maka amat penting untuk menyampaikan pada agen travel saat membeli tiket bahwa Anda sedang mengandung dan cek apakah Anda masih diijinkan terbang. Jika Anda memesan tiket melalui internet, ceklah di website maskapai tersebut.

Penerbangan terjadwal biasanya mengijinkan perempuan hamil hingga usia kandungan sekitar 34 minggu untuk terbang. Jika Anda bepergian dalam suatu paket liburan biasanya tidak selalu jelas pesawat apa yang digunakan. Anda perlu mendiskusikan kehamilan Anda dengan agen yang mengatur liburan tersebut sehingga mereka bisa menginformasikan tentang maskapai yang digunakan dan peraturan-peraturannya.

Sebelum take-off

Hubungi maskapai pernerbangan sebelumnya untuk memesan kursi yang Anda inginkan, kalau bisa tepat di bulkhead, sebuah ruang dimana terdapat partisi yang memisahkan kelas bisnis dan ekonomi, pokoknya ruang yang cukup lebar untuk kaki.

Saat check in datanglah lebih awal -Anda akan bersaing dengan keluarga-keluarga yang membawa anak kecil yang juga menginginkan tempat duduk yang Anda pesan di daerah bulkhead-, jelaskan bahwa Anda sedang hamil dan tanya apakah ada peluang untuk upgrade atau diberi tempat duduk yang sampingnya kosong. Jika uang bukan masalah, solusi terbaik untuk sakit punggung dan kaki yang lelah adalah duduk di kelas bisnis.

Untuk alternatif, banyak perusahaan penerbangan menawarkan ruang ekstra untuk kaki namun dengan harga ekstra pula. Gunakan legroom report (panduan untuk merubah posisi kursi Anda selama dalam pesawat).

Saat berada di udara

Gunakan kaus kaki khusus untuk mencegah DVT.

Gunakan sandal pijat atau sepatu dengan sabuk yang bisa disesuaikan bila kaki Anda mulai bengkak.

Bangkit dan berjalanlah di seputar kabin setiap dua jam.

Bawalah tutup mata dan ear plugs serta pakailah pakaian yang nyaman.

Beristirahatlah sebanyak mungkin.

Perempuan hamil amat rentan mengalami dehidrasi, jadi bawalah sepaket buah-buahan segar bervitamin semacam anggur, plum, jeruk atau aprikot kering. Anda wajib membawa air putih setidaknya dua liter.

Hindari teh dan kopi, yang mungkin akan meningkatkan resiko DVT.

Makanlah banyak camilan.

Gunakan hanya kosmetik berbahan alami. Bayi Anda yang sedang bertumbuh akan menyerap apapun yang masuk ke dalam tubuh Anda.

Perempuan hamil lebih mudah mengalami travel sickness dan memakai wrist bands mungkin ada gunanya.

Dan sepanjang liburan…

Bawalah fotokopi catatan medis dan polis asuransi Anda, juga daftar nama yang dapat dihubungi sekiranya ada keadaan darurat. Buatlah daftar lokasi rumah sakit lokal.

Kulit Anda lebih sensitif saat hamil maka gunakan sunscreen yang lebih tebal dari biasanya.

Hindari menyelam dan olahraga air saat hamil.

Diatas segalanya, relaks dan nikmati liburan Anda sepuasnya. Jika Anda berbahagia, bayi Anda pun turut berbahagia. Selamat berlibur! (Cheapflights.co.uk/EGP)

Share

Picture of Malaysia

Share

Picture of Singapore

Share

Picture of Korea

Share

Picture of Taiwan

Share

Picture of China

Share

Picture of HongKong

Share

Tips ke Tempat yang Bahasanya Tidak Anda Kuasai

Apa yang Anda lakukan jika berkunjung ke atau berada di daerah yang bahasanya tidak Anda kuasai. Bagi seorang petualang, kendala bahasa bukanlah soal besar. Dengan sejumlah tips, para petualang dapat mengunjungi tempat-tempat yang bahasanya tidak mereka mengerti dan mendapatkan pengalaman berharga. Sejumlah anggota komunitas Fodors.com membagikan tips mereka berikut ini. Mudah-mudahan berguna juga untuk Anda.

1. Membawa kertas contekan.

“Saya biasanya membawa kartu indeks (atau menulis daftar di balik sampul kamus atau buku panduan Anda) kata-kata yang biasanya akan saya lihat di papan penanda, terutama kata-kata yang berlawanan, semisal: masuk-keluar; atas-bawah; keluar-masuk; dorong-tarik; tunggu-pergi.” (dari kayd)

2. Kembali ke sekolah

“Mendaftarlah ke kursus bahasa di lembaga bahasa di daerah Anda. Saya belajar bahasa Italia selama 9 bulan di daerah saya beberapa tahun lalu dan belajar begitu banyak hal. Kemudian, Anda bisa melanjutkan dengan mendengarkan kaset. Kursus tersebut akan sangat membantu Anda memahami gramatika dan bagaimana membentuk kalimat.” (dari Grassshopper)

3. Selalu tersenyum

“Ingatlah bahwa senyum selalu dipahami di semua bahasa. Banyak orang (terutama orang muda) dapat berbahasa Inggris, dan akan senang mencoba bicara dengan Anda dalam bahasa Inggris jika Anda mencoba menggunakan kata tolong dan terima kasih dalam bahasa lokal.” (dari Iowa_Redhead)

4. Kuasai frasa-frasa dasar

“Saya selalu berupaya memahami 50-100 kata dalam bahasa yang digunakan negara yang akan saya kunjungi. Terutama frasa-frasa seperti ‘di mana…’, ‘tolong…’, ‘terima kasih’, ‘maaf, saya tidak pandai berbahasa…’.” (dari daveesl)

5. Makanlah di restoran lokal

“Untuk menu makanan, hindari restoran yang menggunakan dua bahasa karena tempat itu biasanya jebakan untuk turis yang hanya menawarkan makanan yang tidak enak dengan harga yang mahal. Carilah seorang yang dapat mengartikan menu tersebut untuk Anda, dan Anda akan mendapatkan makanan yang lebih enak dan lebih otentik.” (dari nytraveler)

6. Jangan ragu minta pertolongan

“Saya juga tahu bagaimana mengatakan ‘Apa sebutannya di sini, atau bagaimana Anda mengatakannya dalam bahasa… ‘ sehingga saya dapat menunjuk sesuatu dan orang lokal akan mengajar saya perbendaharaan kata yang baru. Saya juga berkata ‘tolong tuliskan untuk saya’, meminta seseorang menuliskan kata baru tersebut.” (dari suze)

7. Buatlah belajar bahasa jadi tujuan perjalanan Anda.

“Berjuang beberapa tahun di sekolah malam seminggu sekali, dan akhirnya menyerah belajar bahasa asing tersebut. Perjalanan intensif dua minggu benar-benar membuka mata saya. Saya memang tidak membuat langkah besar dalam ‘belajar formal’. Namun, setelah beberapa hari, saya tidak lagi gugup ketika bicara dalam bahasa tersebut. Bagi saya, ini sebuah kemajuan yang dahsyat.” (dari willit).

Share